Tuesday, November 17, 2009

Jadwal di KL, day one

Karena belum lama ini saya sowan ke Kuala Lumpur, Malaysia, berdua dengan teman saya (perempuan juga), saya masih menyimpan jadwal perjalanan selama di sana dan ingin membaginya di sini. Siapa tahu berguna :)

Jadwal pesawat:
AirAsia AK393 Jakarta - KL
Sabtu, 3 Oktober 2009
20.30 - 23.30

AirAsia AK392 KL - Jakarta
Selasa, 6 Oktober 2009
19.00 - 20.00

Day 1 (Sabtu, 3 Oktober 2009)
20.30 berangkat ke KL
23.30 tiba di bandara LCCT, langsung check in di Tune Hotel (jalan kaki sekitar 7 menit)

Catatan:
Urusan imigrasi di LCCT bisa dilalui dengan mudah. Saya sengaja pakai bahasa Inggris biar enggak disangka TKW :p Petugasnya (pria, cukup ganteng) sempat bertanya: "Holiday?" (sambil mengamati formulir imigrasi yang saya serahkan). "Yes," jawab saya. "How many days?" tanyanya lagi. "Four days," jawab saya. Lalu dia langsung membubuhkan cap di paspor saya. Teman saya, Ajeng, gantian maju di belakang saya. Katanya, dia cuma ditanyai sekali saja oleh si petugas, "You're with her?" :p

Karena tidak ada bagasi--koper sengaja dibawa masuk kabin--kami langsung berjalan ke luar bandara. Sepanjang jalan, ada banyak salesman yang menawarkan transportasi ini-itu. Saya jadi ingat niat membeli tiket Sky Bus ke KL Sentral. Begitu ketemu loketnya, kami langsung membeli dua tiket Sky Bus LCCT - KL Sentral pulang-pergi (tarif per tiket 9 RM).

Sampai di luar, saya sempat kehilangan orientasi. Di manakah si Tune Hotel yang katanya dekat sekali dengan bandara itu? 7 menit jalan kaki, begitu klaimnya di website. Tak tahan kebingungan, saya bertanya pada seseorang berseragam petugas. Dia langsung menunjukkan tangannya ke satu arah, dan ternyata dari tempat saya berdiri saya bisa melihat Tune Hotel. Mestinya sih ada semacam mobil shuttle yang bisa membawa kami ke sana (bayar 1 RM per orang), tapi sepertinya sudah tidak beroperasi karena saat itu sudah hampir pukul 1 pagi.

Karena haus, kami memutuskan untuk membeli minum dulu di food court dekat situ. Ada semacam 7 Eleven yang masih buka, dan saya sengaja membeli sebotol susu ukuran medium buat sarapan besok--biar badan fit terus. Setelah itu, kami menyusuri jalan di luar food court yang mengarah ke parkiran mobil, lalu tinggal berjalan lurus ke arah hotel. Kondisi jalannya agak rusak, karena memang tidak dirancang untuk dilewati koper, sehingga kami mesti beberapa kali menentengnya untuk menjaga kesehatan roda koper.

Akhirnya, sampai juga! Kira-kira butuh 10 menit dengan kondisi jalan demikian. Lobi hotel, meski waktu itu sudah memasuki subuh, terlihat ramai dengan turis bule. Saya segera mengantri sambil menyiapkan print-out konfirmasi booking. Begitu tiba giliran saya, petugasnya (seorang India bertubuh tinggi-besar) meminta paspor saya lalu uang deposit (kalau enggak salah 10 RM). "Apakah ingin menambah layanan, handuk atau lainnya?" tanyanya, yang langsung saya jawab dengan, "Tidak." :p Kalau mau hemat tinggal di sini, bawalah handuk dan peralatan mandi sendiri.

Kamar kami ada di lantai 1, jadi kami cuma butuh naik satu lantai ketika memakai lift. Ketika masuk ke kamar, walah, mungil sekali! Tapi saya menyukai kasurnya yang besar dan empuk, mirip kasur di hotel bintang lima, meskipun ukurannya memakan sebagian besar ruang di kamar tersebut. Pun ada kaca selebar dinding di atas tempat tidur, mungkin untuk menambah kesan luas. Yang saya takjub, disediakan pula brankas kecil layaknya di hotel mahal. Kamar mandinya yang dilengkapi dengan shower dan wastafel juga didesain dengan bagus. Singkatnya, kamar yang mungil tapi cantik. Dan ternyata memang tidak perlu memesan AC (biar enggak keluar biaya lagi), karena kipas anginnya yang berukuran sangat besar sudah lebih dari cukup untuk mendinginkan suhu kamar. Mau tahu berapa harga kamar ini ketika saya membookingnya pada bulan Maret 2009? Cuma 64 ribu rupiah untuk 1 kamar, 1 malam :D

Setelah berperang dengan diri sendiri apakah saya perlu mandi malam ini atau tidak, akhirnya saya mandi lalu tidur--menghimpun energi untuk menghadapi esok hari.

No comments:

Post a Comment